Search blog.co.uk

  • Bocah Misterius

    Pada kesempatan ini, saya ada cerita tentang sesuatu yang mungkin dapat kita renungkan sejenak (daripada membahas IT terus) :

    Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.


    Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.


    Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala.


    Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.


    Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa!


    Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.


    Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.


    Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.


    Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.


    Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.


    Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius.


    Akhirnya.....

    => Read more!

  • MANAJEMEN RESIKO PADA SOFTWARE PROCESS

    Tugas UAS - MANAJEMEN RESIKO PADA SOFTWARE PROCESSMANAJEMEN RESIKO PADA SOFTWARE PROCESS
    SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN (SIMPEN)

    Firli Irhamni - 5106201801

    Software Sistem Informasi Pendidikan (SIMPEN) adalah sebuah software yang digunakan perguruan tinggi untuk melaksanakan operasional kegiatan pendidikan. SIMPEN saat ini telah mencapai versi yang ketiga. Adapun SIMPEN ini terdiri dari lima modul utama yaitu : SI Akademik, SI Keuangan, SI Umum dan Kepegawaian, SI Kepustakaan, dan SI Laboratorium. Lebih detail dapat dilihat pada file_manajemen_resiko

  • Permasalahan dan solusi dalam proses pembuatan software Sistem Informasi Akademik

    Proses pembuatan software tidak cukup hanya dikerjakan dalam waktu beberapa hari saja. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pembuatan software. Setiap tahapan bisa memerlukan waktu cukup lama, bisa satu bulan, dua bulan, atau bahkan satu tahun. Tahapan-tahapan itu yaitu : requirement (perencanaan dan analisa), design (pembuatan), dan testing (pengujian dan pemeliharaan). Setiap tahapan yang dilalui terdapat beberapa permasalahan-permasalahan yang timbul. Pada makalah ini akan dibahas beberapa permasalahan yang timbul dengan studi kasus pembuatan software Sistem Informasi Akademik. Pada makalah ini juga akan dibahas solusi yang dapat diambil untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut. Pembahasan permasalahan ini dibagi dalam setiap tahapan pembuatan software.

    Tahap Requirement
    Pada tahap ini, kegiatan yamg paling banyak dilakukan adalah dengan melakukan interaksi dengan user. Permasalahan dalam proses pembuatan software yang dapat timbul pada tahap ini adalah :
    o Permasalahan spesifikasi kebutuhan
    Kebutuhan akan fitur dan report yang diinginkan sering kali tidak sesuai dengan sistem yang ada. Misalnya pada sistem Informasi Akademik, user menginginkan report pembayaran SPP, sedangkan sistem ini hanya mengenai masalah akademik perkuliahan,
    o Ketidak sepahaman sistem antara developer dan user
    Seringkali antara developer dan user dikarenakan perbedaan pemahaman, terjadi ketidak sepahaman mengenai alur Sistem Informasi Akademik, misalnya alur mulai dari mahasiswa bayar SPP, daftar ulang, pengisian FRS, proses perkuliahan sampai nilai akhir UAS keluar.
    o Metode analisa sistem
    Metode analisa sistem yang digunakan oleh developer tidak sesuai dengan kondisi/ behaviour user.

    Tahap Design
    Pada tahap ini, merupakan tahap yang dilakukan oleh developer. Permasalahan dalam proses pembuatan software yang dapat timbul pada tahap ini adalah :
    o Metode pembuatan software
    Metode dan tools yang digunakan hasilnya tidak optimal, sesuai dengan keinginan user.
    o Organisasi pembuatan software
    Tidak adanya koordinasi pada saat proses pembuatan software, sehingga terjadi modul-modul yang tidak dapat digabungkan. Misalnya tidak sesuainya nama tabel, field, atau tipe data yang digunakan.

    Tahap Testing
    Pada tahap ini, merupakan tahap pengujian software yang dilakukan antara developer dan user, dan diakhiri dengan pemeliharaan software. Permasalahan dalam proses pembuatan software yang dapat timbul pada tahap ini adalah :
    o Perubahan regulasi sistem
    Adanya perubahan regulasi sistem, misalnya perubahan evaluasi penilaian dari 5 tingkat penilaian (A, B, C, D, E) menjadi 7 tingkat penilaian (A, AB, B, BC, C, D, E). Hal ini menyebabkan perubahan tabel dan fieldnya.
    o Ketidaksesuaian keinginan user dengan software yang telah dibuat.
    Pengujian software yang dilakukan antara user dan developer tidak memenuhi keinginan user.
    o Tidak adanya Risk Management
    Hal ini menyebabkan tidak ada langkah-langkah yang akan dilakukan apabila terjadi revisi ataupun pada masa garansi/ maintenance.

    Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut diatas, perlu dilakukan analisa untuk mendapat solusinya. Ada beberapa solusi yang dapat diambil, antara lain :
    o Membuat dokumen kontrak antara developer dan user sebelum proses pembuatan software.
    o Perlu adanya assessment pada saat survey data, wawancara, ataupun analisa data. Assessment ini ditandangani kedua belah pihak, user dan developer.
    o Menggunakan requirement tool untuk proses requirement sehingga dapat dihasilkan requirement yang sesuai dengan kebutuhan user.
    o Menentukan Proces Model yang akan digunakan pada awal proses pembuatan software, dapat menggunakan waterfall model, RAD model, spiral model, atau model lainnya.
    o Membuat project management pada proses pembuatan software dengan dikoordinasi seorang penanggung jawab.
    o Menentukan software programming untuk semua modul yang akan dibuat, termasuk tabel, relasi, dan struktur data.
    o Membuat dokumen Berita Acara Pengujian Software sehingga dapat dinilai tingkat kepuasaan user terhadap software yang telah dibuat
    o Developer melakukan evaluasi total setiap selesai pembuatan software sebelum pengujian.

    Solusi yang lain secara teknis adalah membuat software Sistem Informasi Akademik yang dinamis, dimana user dapat melakukan update sistem secara mandiri dan berkala tanpa perlu berhubungan dengan developer kembali. Misalnya, membuat perubahan evaluasi penilaian, evaluasi absensi, aturan penilaian, perubahan kurikulum, dan sebagainya. Tetapi untuk membuat software Sistem Informasi Akademis yang dinamis tersebut memerlukan waktu yang tidak sedikit dan juga membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Maka hal yang paling penting dilakukan dalam proses pembuatan software Sistem Informasi Akademik adalah komunikasi yang intensif dan efektif antara user dan developer, baik itu pada tahap requirement, design, maupun testing. Dengan adanya komunikasi yang intensif dan efektif tersebut maka dapat diketahui sampai seberapa jauh software dinamis yang dibutuhkan oleh user. Sehingga tingkat kepuasan user dapat terjaga.

  • University Planning System

    Dalam setahun terakhir, ICT mulai banyak dikembangkan di Indonesia. Mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, sampai sekolah-sekolah umum sudah mulai menerapkan ICT. ICT sebagai kependekan dari Information and Communication Technology adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan (akuisisi), pengolahan, pengumpulan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Teknologi ini merupakan hasil perpaduan dari dua teknologi yang sebelumnya dikembangkan secara terpisah, yaitu komputer untuk data (digital) dan komunikasi untuk suara (analog). Perguruan tinggi selaku leader dalam pengembangan teknologi dan penelitian sudah mulai mengembangkan ICT dalam semua sistem. Salah satu sistem yang perlu dikembangkan dengan bantuan ICT adalah University Planning System (UPS). UPS diperlukan dalam sebuah perguruan tinggi karena perlu adanya Sistem Manajemen yang mengatur semua resources, facility dan process yang ada dalam Universitas agar kualitas lulusan sangat baik. Dengan UPS ini akan dilakukan perencanaan jangka panjang yakni Academic Plan, Facility Plan, Man Power Plan, dan Market Plan, dan perencanaan jangka pendek yakni Production Plan, Sales Plan, Revenue & Cost Plan.

About me
Friends (0)

The friend list is empty.

Calendar
<< < November 2009 > >>
Mo Tu We Th Fr Sa Su
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30
RSS Feed
RSS 1.0
Posts
Comments
RSS 2.0
Posts
Comments
Atom
Posts
Comments

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.